Berita Utama

Korea Berlakukan Program BEBAS VISA Sementara Bagi Wisatawan Grup Indonesia

Korea terus berupaya meningkatkan kenyamanan perjalanan wisatawan Indonesia. Sebagai bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara, Pemerintah Korea memperkenalkan Program Bebas Visa Sementara bagi Wisatawan Grup Indonesia yang berlaku mulai 26 Mei 2026 hingga 31 Desember 2026. Program ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia yang ingin berkunjung ke Korea dalam bentuk perjalanan grup yang diselenggarakan melalui agen perjalanan yang telah ditunjuk. Latar Belakang Program Pada 25 Februari 2026, Pemerintah Korea melalui Rapat Strategi Pariwisata Nasional mengumumkan berbagai kebijakan untuk mempercepat pencapaian target 30 juta wisatawan mancanegara . Salah satu strategi yang diperkenalkan adalah peningkatan aksesibilitas bagi wisatawan asing, termasuk melalui program bebas visa sementara untuk wisatawan grup dari Indonesia. Indonesia merupakan salah satu pasar pariwisata yang menunjukkan pertumbuhan positif bagi Korea Selatan. Jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea terus meningkat dari sekitar 250 ribu pengunjung pada tahun 2023 , menjadi 330 ribu pengunjung pada tahun 2024 , dan mencapai 360 ribu pengunjung pada tahun 2025. Program ini juga menjadi bagian dari upaya Korea untuk memperluas pertumbuhan pariwisata ke berbagai daerah regional serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih mudah dan nyaman bagi wisatawan internasional. Siapa yang Dapat Mengikuti Program Ini? Program ini berlaku bagi wisatawan grup Indonesia yang memenuhi ketentuan berikut: Berangkat melalui Authorized Travel Agent yang telah ditunjuk untuk program ini di Indonesia. Melakukan perjalanan dalam bentuk grup wisatawan yang terdiri dari minimal 3 orang . Berkunjung ke Korea untuk tujuan wisata. Wilayah dan Masa Tinggal Program bebas visa ini berlaku untuk mengunjungi seluruh wilayah Korea . Wisatawan grup yang memenuhi syarat akan memperoleh izin masuk dengan status B-2 (Wisata/Transit) dengan masa tinggal maksimum 15 hari . Perlu diperhatikan bahwa program ini tidak dapat digunakan untuk tujuan bekerja di Korea , serta tidak mengizinkan masa tinggal lebih dari 15 hari. Bagaimana Proses Pengajuannya? 1. Pengiriman Daftar Grup Wisatawan Wisatawan berwisata ke Korea dengan mendaftar melalui Authorized Travel Agent di Indonesia. Selanjutnya Authorized Travel Agent menyusun daftar grup wisatawan yang akan berangkat ke Korea dan daftar tersebut kemudian disampaikan kepada Land Operator yang menjadi mitra di Korea. 2. Pendaftaran Grup Wisatawan Land Operator di Korea melakukan registrasi pada sistem Hi Korea dan mengunggah daftar grup wisatawan. Daftar peserta wajib didaftarkan paling lambat: 24 jam sebelum kedatangan untuk perjalanan udara. 36 jam sebelum kedatangan untuk perjalanan menggunakan kapal laut. 3. Pemeriksaan Awal oleh Kementerian Kehakiman Korea Setelah daftar grup wisatawan diunggah, Kementerian Kehakiman Korea akan melakukan pemeriksaan terhadap setiap peserta. Pemeriksaan ini mencakup berbagai aspek, termasuk status pembatasan masuk ke wilayah Korea, riwayat pelanggaran keimigrasian, serta faktor risiko lainnya. 4. Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan Hasil pemeriksaan akan disampaikan melalui sistem Hi Korea kepada Land Operator . Pemberitahuan diberikan paling lambat: 12 jam sebelum kedatangan untuk perjalanan udara. 24 jam sebelum kedatangan untuk perjalanan menggunakan kapal laut. 5. Penyampaian Hasil kepada Peserta Land Operator Korea kemudian meneruskan hasil pemeriksaan tersebut kepada Authorized Travel Agent di Indonesia untuk diinformasikan kepada seluruh anggota grup wisatawan. 6. Kedatangan dan Keberangkatan * Seluruh peserta wajib memiliki paspor yang masih berlaku. * Selain itu, grup wisatawan harus masuk dan keluar Korea menggunakan penerbangan atau kapal yang sama sesuai dengan daftar yang telah didaftarkan sebelumnya. Upaya Pengawasan Program Untuk menjaga keberlangsungan program dan meminimalkan potensi penyalahgunaan, Pemerintah Korea menerapkan mekanisme pengawasan terhadap Authorized Travel Agent yang berpartisipasi dalam program ini dengan beberapa ketentuan sanksi administratif. Apabila tingkat pelanggaran atau ketidaksesuaian peserta mencapai batas tertentu, dapat dikenakan tindakan administratif mulai dari perintah perbaikan ( corrective order ), penangguhan operasional dalam periode tertentu, hingga pencabutan status sebagai Authorized Travel Agent . Dengan sistem pengawasan tersebut, diharapkan program ini dapat memberikan kemudahan perjalanan sekaligus menjaga ketertiban keimigrasian. Rencanakan Liburanmu ke Korea Selatan Melalui Program Bebas Visa Sementara bagi Wisatawan Grup Indonesia, masyarakat Indonesia kini memiliki kesempatan yang lebih mudah untuk menikmati berbagai destinasi menarik di Korea Selatan bersama keluarga, teman, maupun komunitas perjalanan. Sumber Informasi: https://id.mofa.go.kr/viewer/skin/doc.html?fn=20260529045411288.pdf&rs=/viewer/result/202606 Informasi lebih Lanjut mengenai VISA: Consular Section (Visa) Embassy of the ROK Kontak e-mail: [email protected] Daftar Authorized Travel Agent: https://idn.mofa.go.kr/viewer/skin/doc.html?fn=20260610122104010.pdf&rs=/viewer/result/202606

Jumlah Wisatawan Indonesia ke Korea 2025 Terbanyak Sepanjang Sejarah

2025 – 2026 100 Must-Visit Tourist Spots of Korea Masih Menjadi Pusat Promosi KTO Jakarta, 2 Februari 2026 . Minat wisatawan Indonesia mengunjungi Korea selalu meningkat selama beberapa tahun terakhir, terutama setelah pandemi berakhir. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya angka kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea selama beberapa tahun terakhir dari data KTO, yaitu 2019 berjumlah 278 ribu wisatawan, 2020-2022 mengalami penurunan karena pandemi, 2023 berjumlah 250 ribu wisatawan, 2024 berjumlah 336 ribu wisatawan, 2025 berjumlah 365.596 wisatawan. Angka wisatawan Indonesia ke Korea pada 2025 menandai jumlah wisatawan Indonesia ke Korea paling banyak sepanjang sejarah dan telah mencapai target yang telah ditentukan di awal tahun 2025. Selama tahun 2025, Indonesia menduduki peringkat 9 di tingkat global dan peringkat 4 di tingkat ASEAN (setelah Filipina, Vietnam dan Singapura) sebagai penyumbang wisatawan internasional terbanyak ke Korea. Peringkat ini memiliki posisi yang sama dibandingkan tahun lalu. “Kami sangat senang dengan kabar ini karena hal ini menunjukkan eksistensi budaya Korea dan potensi pariwisata Korea di Indonesia masih terus bertahan dari waktu ke waktu, walaupun di tahun 2025 dunia sempat mengalami krisis beragam. Tentunya, kami juga akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam mempromosikan pariwisata Korea di Indonesia secara positif melalui berbagai kampanye wisata tematik Korea (wisata muslim, wisata keluarga, wisata edukasi, MICE, Medical & Wellness), memberikan support yang variatif untuk kunjungan ke Korea, serta mengadakan acara – acara besar untuk promosi pariwisata Korea. Selama 2025 juga terdapat banyak faktor yang memengaruhi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea, baik dari kampanye KTO di Indonesia maupun kebijakan dari institusi pemerintah lainnya yang mempermudah perjalanan wisatawan Indonesia ke Korea. Diantaranya adalah penerbangan transit baru dari berbagai maskapai internasional, pembebasan biaya elektronik grup visa ke Korea selama 2025, konser K-pop besar yang berlangsung di Korea, serta banyaknya pihak dari dunia pariwisata yang telah terlibat mempromosikan Korea sebagai salah satu destinasi wisata popular di Indonesia. Pada tahun 2026, beberapa hasil survei di Indonesia menyatakan bahwa pola perjalanan wisatawan Indonesia kini lebih stabil dan Korea selalu menjadi salah satu destinasi favorit, kebijakan pembebasan biaya elektronik grup visa yang diperpanjang hingga Juni 2026, serta berbagai projek kampanye kerjasama KTO dengan berbagai pihak menjadi faktor penting terus meningkatnya kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea di 2026.” Ujar Direktur Korea Tourism Organization Jakarta Office, Kim Jisun. Pada tahun 2026, KTO Jakarta tetap melakukan berbagai inovasi kampanye untuk mempromosikan pariwisata Korea dengan tema – tema tertentu. Wisata tematik, seperti wisata muslim, wisata keluarga, wisata olahraga, wisata medis dan pembugaran maupun MICE. Selain itu, KTO Jakarta juga akan berkolaborasi dengan brand – brand terkenal Indonesia dan lebih banyak melakukan ekspansi ke berbagai kota di seluruh Indonesia untuk melakukan promosi, terutama di kota – kota besar yang memiliki minat tinggi berlibur ke luar negeri. KTO pada tahun 2026 masih mengedepankan kampanye 2025 – 2026 100 Must-Visit Tourist Spots of Korea yang berisi 100 destinasi wisata yang paling ikonik di seluruh penjuru Korea untuk wisatawan mancanegara. Beberapa destinasi ikonik yang masuk dalam 100 Must Visit Tourist Spot dan perlu dieksplor lebih lanjut oleh wisatawan Indonesia adalah Seongsu-dong Street, Cheongwadae Complex, Imjingak Resort, Songdo Central Park, Gwangmyeong Cave, Museum SAN, Mancheonha Skywalk, Beopjusa Temple, Daecheon Beach, Space Walk, Kkotji Beach, Oseong Hanok Village, DPIRANG, National Asian Culture Center, dan OSIRIA Tourist Complex. Melalui program promosi yang dilakukan KTO pada tahun 2026, KTO Jakarta menargetkan sekitar 425 ribu wisatawan Indonesia akan mengunjungi Korea. Informasi tentang wisata Korea akan selalu diperbaharui dan dapat dicek di akun instagram @ktoid dan website https://english.visitkorea.or.kr/svc/br/JKToffice. Silakan kunjungi akun media sosial dan website KTO Jakarta untuk informasi lebih lanjut. Referensi: • https://datalab.visitkorea.or.kr/datalab/portal/nat/getForTourForm.do (KTO Data Lab) • https://english.visitkorea.or.kr/svc/contents/contentsView.do?vcontsId=145437 (Visit Korea) • https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/93688/tiket-com-ungkap-arah-baruperjalanan-wisata-2026 (Bloombergtechnoz, Januari 2026) • https://id.mofa.go.kr/id-id/brd/m_2710/view.do?seq=748863&page=1 (Kedutaan Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia, Januari 2026)

Pusat Informasi

Mengunjungi Jeonnam–Gwangju Special Metropolitan City: Rekomendasi Destinasi dan Festival di Gwangju, Yeosu, Suncheon, dan Mokpo

Untuk perjalanan yang memadukan budaya perkotaan, pesisir selatan dan pulau-pulaunya, serta kuliner lokal, Jeonnam–Gwangju Special Metropolitan City (selanjutnya disebut “Jeonnam–Gwangju”) bisa menjadi pilihan. Wilayah ini mencakup beberapa destinasi dengan karakter khas masing-masing, sehingga kamu bisa merencanakan perjalanan sesuai waktu dan minat. Berikut rekomendasi tempat wisata dan festival musim gugur di kawasan Gwangju, Yeosu, Suncheon, dan Mokpo. Kawasan Gwangju | Kota Seni dan Budaya, Tempat Seni Kontemporer Berpadu dengan Hanok Gwangju Biennale Exhibition Hall Yangnim History & Culture Village Kawasan Gwangju memadukan seni dan budaya modern dengan pesona kawasan lamanya. Dikenal sejak lama sebagai kota seni berkat tradisi budayanya yang kaya dan banyaknya seniman yang lahir dari kota ini, Gwangju terus menjaga warisan tersebut melalui Gwangju Biennale dan perkembangan seni kontemporer yang semarak. Mulai dari menikmati karya seni dan menyusuri gang-gang lama hingga bersantai di kafe lokal, jelajahi perpaduan masa lalu dan masa kini di kawasan Gwangju. ▶ Destinasi Wisata Unggulan [Gwangju Biennale Exhibition Hall] Tempat utama penyelenggaraan Gwangju Biennale yang menampilkan seniman dan karya dari berbagai negara. Pengunjung dapat menikmati beragam bentuk seni kontemporer, mulai dari lukisan, patung, instalasi, video, hingga seni media. [Yangnim History & Culture Village] Kawasan tempat hanok tradisional berdiri berdampingan dengan bangunan bergaya Barat. Bangunan bersejarah, termasuk bekas kediaman misionaris Amerika, serta galeri seni kecil dan kafe di hanok menjadikan kawasan ini nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. [Dongmyeong-dong Café Street] Jalan yang ramai dengan deretan kafe dan restoran unik di rumah serta bangunan lama yang telah direnovasi. Berlokasi dekat National Asian Culture Center, kawasan ini cocok untuk singgah menikmati kopi atau berjalan-jalan setelah mengunjungi pameran. [Kawasan Gwangju] Rekomendasi tempat wisata: Gwangju Biennale Exhibition Hall, Yangnim History & Culture Village, Dongmyeong-dong Café Street, National Asian Culture Center, Chungjang-ro Street, Yangdong Market, dan lainnya. Acara pilihan: Gwangju Biennale (5 September–15 November), Gwangju Kimchi Festival (23–25 Oktober), Dongmyeong Coffee Walk (31 Oktober–1 November). Cara menuju ke sana: Dari Seoul Station, Yongsan Station, atau Suseo Station menuju Gwangju Songjeong Station dengan KTX (sekitar 2 jam). Yeosu | Kota Pesisir dengan Pulau-Pulau dan Pemandangan Malam yang Memukau Yeosu Maritime Cable Car ⓒ Korea Tourism Content Lab Romantic Cart Bars ⓒ Korea Tourism Content Lab Yeosu merupakan destinasi pesisir populer di Korea bagian selatan yang terkenal dengan pulau-pulau dan pemandangan lautnya. Habiskan waktu dengan menyusuri jalur hutan di pulau-pulau dan menyeberangi perairan sambil menikmati pemandangan gugusan pulau. Setelah matahari terbenam, nikmati hidangan laut segar di tepi laut. Dengan suasana yang berbeda pada siang dan malam hari, Yeosu menjadi tempat ideal untuk merasakan pesona romantis kota pelabuhan di selatan Korea. ▶ Destinasi Wisata Unggulan [Yeosu Maritime Cable Car] Kereta gantung pertama di Korea yang melintasi laut, dengan pemandangan Jembatan Dolsandaegyo, Jembatan Geobukseondaegyo, Pulau Odongdo, dan berbagai landmark Yeosu lainnya. Nikmati pemandangan pesisir yang jelas pada siang hari atau panorama malam yang memukau setelah gelap. [Odongdo Island] Pulau ini memiliki sekitar 3.600 pohon camellia dan cocok untuk berjalan-jalan menyusuri jalur yang dikelilingi pepohonan. Kamu juga bisa menjelajahi pulau dengan Dongbaek Train. Naiklah ke Mercusuar Odongdo untuk menikmati pemandangan laut dan pulau-pulau di sekitarnya. [Romantic Cart Bars] Tempat populer untuk menikmati suasana malam di dekat Mercusuar Hamel, dengan hidangan dan minuman di tepi laut Yeosu. Cobalah hidangan laut dan kuliner khas setempat seperti Yeosu Samhap, hidangan tumis yang terdiri dari gurita, samgyeopsal, dan gatkimchi Dolsan (kimchi sawi hijau). [Yeosu] Rekomendasi tempat wisata: Yeosu Maritime Cable Car, Odongdo Island, Romantic Cart Bars, Hamel Lighthouse, Expo Ocean Park, Hyangiram Hermitage, dan lainnya. Acara pilihan: 2026 World Island Fair Yeosu Korea (5 September–4 November), Yeosu Night Sea Fireworks Festival (31 Oktober). Cara menuju ke sana: Dari Seoul Station atau Yongsan Station menuju Yeosu Expo Station dengan KTX (sekitar 3 jam). Suncheon | Kota Ramah Lingkungan dengan Taman Nasional dan Desa Tradisional Suncheonman National Garden ⓒ Korea Tourism Content Lab Naganeupseong Walled Town ⓒ ClipartKorea Suncheon merupakan kota ramah lingkungan yang dikenal karena upayanya melindungi dataran pasang surut dan habitat burung migran di Teluk Suncheonman. Alih-alih mengutamakan pembangunan, kota ini memilih untuk menjaga kelestarian alam dengan melindungi lahan basah serta menghubungkannya dengan Suncheonman National Garden dan ruang hijau di berbagai penjuru kota. Upaya ini menciptakan lingkungan tempat alam dan kehidupan perkotaan dapat berdampingan. Susuri taman dan hamparan ilalang, jelajahi desa tradisional yang masih mempertahankan bentuknya sejak 500 tahun lalu, dan nikmati perjalanan santai di sekitar Teluk Suncheonman. ▶ Destinasi Wisata Unggulan [Suncheonman National Garden] Taman nasional pertama di Korea yang memiliki beragam taman tematik dan kebun binatang. Jelajahi area taman dengan tram atau perahu Garden Dream, atau naik SkyCube untuk menuju kawasan Suncheonman Wetland dengan lebih mudah. [Suncheonman Wetland] Kawasan lahan basah ini merupakan bagian dari Boseong-Suncheon-Yeosu-Goheung Getbol, salah satu bagian dari situs Warisan Dunia UNESCO Getbol, Korean Tidal Flats. Susuri jalur di antara hamparan ilalang yang luas dan amati berbagai jenis burung migran. Dari Observatorium Yongsan, kamu bisa menikmati pemandangan aliran air berbentuk huruf S dan panorama Teluk Suncheonman. [Naganeupseong Walled Town] Desa tradisional dengan tembok bersejarah, rumah beratap jerami, dan jalan berbatu. Jelajahi tata ruang kota bertembok dari era Joseon dan lihat gambaran adat serta kehidupan masyarakat pada masa itu. Kamu juga bisa menikmati pengalaman budaya seperti pernikahan tradisional, pansori (nyanyian epik), dan kerajinan hanji. [Suncheon] Rekomendasi tempat wisata: Suncheonman National Garden, Suncheonman Wetland, Naganeupseong Walled Town, Seonamsa Temple, Suncheon Filming Location, Suncheon Utjang Market, dan lainnya. Acara pilihan: Naganeupseong Folk Culture Festival (24–25 Oktober). Cara menuju ke sana: Dari Seoul Station atau Yongsan Station menuju Suncheon Station dengan KTX (sekitar 2,5–3 jam). Mokpo | Kota Pelabuhan dengan Jalan-Jalan Bersejarah dan Pemandangan Matahari Terbenam Mokpo Modern History and Culture District ⓒ Korea Tourism Content Lab Sihwa Village ⓒ Korea Tourism Content Lab Mokpo berkembang pesat setelah dibuka sebagai pelabuhan pada 1897, seiring masuknya orang dan barang ke kota ini. Banyak bangunan dari masa tersebut masih berdiri di pusat kota lama, termasuk bekas konsulat, bank, bangunan keagamaan, dan pertokoan. Bangunan-bangunan ini memberikan suasana retro yang khas, mengingatkan pada awal abad ke-20. Menjelang matahari terbenam, naiklah kereta gantung dan nikmati pemandangan kota serta garis pantai yang bermandikan cahaya senja, sembari menyusuri sejarah Mokpo. ▶ Destinasi Wisata Unggulan [Mokpo Modern History and Culture District] Pusat kota lama Mokpo yang berkembang setelah pelabuhannya dibuka pada 1897. Berjalan-jalanlah melewati Mokpo Modern History Museum No. 1 dan 2, rumah bergaya Jepang, serta bangunan lain yang menceritakan sejarah modern kota ini. [Sihwa Village] Desa dengan gang-gang sempit yang dihiasi mural karya warga setempat dan seniman. Berjalanlah ke bagian yang lebih tinggi untuk menikmati pemandangan laut, lalu mampir ke Yeonhee’s Supermarket, lokasi syuting film 1987: When the Day Comes, untuk berfoto dengan nuansa retro. [Mokpo Marine Cable Car] Kereta gantung terpanjang di Korea, membentang sepanjang 3,2 kilometer antara Gunung Yudalsan dan Pulau Gohado, dengan panorama Pelabuhan Mokpo. Naiklah menjelang matahari terbenam untuk menikmati pemandangan senja sekaligus panorama malam setelah hari gelap. [Mokpo] Rekomendasi tempat wisata: Mokpo Modern History and Culture District, Sihwa Village, Mokpo Marine Cable Car, Gohado Marine Theme Park, Mokpo Gatbawi Rock, dan lainnya. Acara pilihan: Mokpo Port Festival (16–18 Oktober), Mokpo Dancing Sea Fountain (hingga 30 November). Cara menuju ke sana: Dari Seoul Station atau Yongsan Station menuju Mokpo Station dengan KTX (sekitar 2,5 jam). FAQ Wisata Jeonnam–Gwangju T. Apakah Gwangju, Yeosu, Suncheon, dan Mokpo bisa dikunjungi dalam satu perjalanan? J. Bisa. Kereta KTX dan bus antarkota memudahkan perjalanan di antara keempat destinasi tersebut. Jika hanya memiliki waktu tiga hari, sebaiknya gabungkan Gwangju dan Mokpo atau Suncheon dan Yeosu. Untuk mengunjungi keempatnya, siapkan waktu setidaknya empat malam. T. Apakah kartu transportasi yang biasa digunakan di wilayah Seoul bisa digunakan di Jeonnam–Gwangju Special Metropolitan City? J. Bisa. Kartu transportasi yang berlaku secara nasional, seperti Tmoney, EZL, dan WOWPASS, dapat digunakan untuk transportasi umum di Gwangju, Yeosu, Suncheon, dan Mokpo. Namun, Climate Card tidak berlaku. T. Apa tempat terbaik untuk dikunjungi di Jeonnam–Gwangju Special Metropolitan City pada musim gugur? J. Jika kamu mencari perjalanan yang berfokus pada alam dan ekologi, Suncheon bisa menjadi pilihan. Di Suncheonman National Garden, kamu dapat menikmati tanaman musiman, sementara Suncheonman Wetland menawarkan pemandangan hamparan ilalang, burung migran, dan matahari terbenam yang indah. T. Apakah perlu memesan tiket terlebih dahulu untuk acara seperti Gwangju Biennale dan 2026 World Island Fair Yeosu Korea? J. Tiket untuk acara yang diperkenalkan di sini dapat dibeli langsung di lokasi tanpa reservasi. Namun, beberapa tur berpemandu dan program pengalaman mengharuskan pemesanan terlebih dahulu. Periksa situs resmi dan lakukan reservasi jika diperlukan. T. Apakah Mokpo Modern History and Culture District bisa dijelajahi dengan berjalan kaki? J. Bisa. Mokpo Modern History Museum No. 1 dan 2 serta banyak bangunan bersejarah lainnya berada berdekatan, sehingga kawasan ini mudah dijelajahi dengan berjalan kaki. Dari museum, susuri gang-gang di sekitarnya dan lanjutkan perjalanan ke Sihwa Village untuk merasakan suasana retro Mokpo. T. Apakah Suncheonman National Garden dan Suncheonman Wetland bisa dikunjungi dalam satu hari? J. Bisa. Mulailah dari Suncheonman National Garden, lalu lanjutkan ke kawasan lahan basah. Kamu dapat menggunakan SkyCube dan Reed Train untuk menuju Suncheonman Wetland dengan lebih mudah. - Artikel asli oleh Jung Won Park / Diterjemahkan oleh KTO - Foto oleh Korea Tourism Organization dan ClipartKorea 1330 Korea Travel Helpline: +82-2-1330 Layanan Chat 1330: https://m.site.naver.com/1rEid Layanan tersedia dalam bahasa Korea, Inggris, Jepang, Mandarin, Rusia, Vietnam, Thailand, dan Indonesia. *Kolom ini terakhir diperbarui pada Oktober 2026. Informasi yang tercantum mungkin berbeda dari kondisi terkini. Disarankan untuk memeriksa informasi terbaru sebelum berkunjung. Sumber Artikel : Link

Panduan Lengkap Yeosu: Tempat-Tempat yang Wajib Dikunjungi Selama 2026 World Island Exhibition Yeosu Korea

Yeosu di Provinsi Jeonnam-Gwangju merupakan salah satu destinasi unggulan Korea di pesisir selatan, dengan beragam daya tarik mulai dari panorama laut yang luas dan kuliner khas hingga pengalaman menjelajahi pulau-pulau yang tak terlupakan. Dengan digelarnya 2026 World Island Exhibition Yeosu Korea, kota ini semakin menarik perhatian, bukan hanya karena pemandangan malamnya yang terkenal, tetapi juga sebagai destinasi wisata bahari internasional yang terus berkembang. Jika Anda berencana mengunjungi Yeosu pada paruh kedua 2026, panduan ini merangkum informasi penting tentang pameran tersebut, sekaligus rekomendasi tempat yang dapat dikunjungi berdasarkan tema. | 2026 World Island Exhibition Yeosu Korea Expo Ocean Park in Yeosu ⓒClipartKorea Pameran Pulau Dunia tidak hanya menghadirkan keindahan alam dan budaya pulau, tetapi juga mengangkat tema yang lebih luas seperti perubahan iklim, ekosistem laut, kehidupan masyarakat pulau, serta masa depan yang berkelanjutan. Sebagai pameran pertama di dunia dengan tema ini, 2026 World Island Exhibition Yeosu Korea akan diikuti sekitar 30 negara dan menghadirkan beragam pengalaman, mulai dari eksplorasi digital tentang geologi pulau, paviliun yang menampilkan budaya dan kuliner pulau dari berbagai negara, hingga pertunjukan K-pop. Jika Anda tertarik dengan wisata bahari dan budaya pulau, pameran ini layak masuk dalam itinerary perjalanan Anda. Tanggal: 5 September (Sabtu)–4 November (Rabu) 2026 Lokasi utama: Distrik Jinmo, Dolsan, Yeosu (lokasi utama), Yeosu Expo Site, Pulau Gaedo, Pulau Geumodo, dan lokasi lainnya Kunjungi Situs Web 2026 World Island Exhibition Yeosu Korea Baca Berita Terbaru tentang 2026 World Island Exhibition Yeosu Korea 🚄 Cara Menuju dan Berkeliling Yeosu Yeosu dapat dicapai sekitar satu jam dengan pesawat dari Seoul atau Jeju, dan sekitar tiga jam dari kawasan metropolitan Seoul dengan KTX. Setelah tiba, Yeosu Romantic Tour Bus memudahkan Anda mengunjungi berbagai destinasi utama di kota ini. Selama 2026 World Island Exhibition Yeosu Korea, bus shuttle gratis juga akan beroperasi dari berbagai lokasi utama di Yeosu menuju tempat-tempat penyelenggaraan pameran. Kunjungi Situs Web Bandara Yeosu Kunjungi Situs Web Yeosu Romantic Tour Bus Pelajari Lebih Lanjut tentang Shuttle Bus 2026 World Island Exhibition Yeosu Korea | Tempat yang Wajib Dikunjungi di Yeosu: Pilihan untuk Berbagai Gaya Perjalanan Dengan banyaknya pulau dan garis pantai yang luas, Yeosu menawarkan beragam destinasi untuk dijelajahi, mulai dari tempat-tempat indah di tepi laut dan atraksi budaya hingga destinasi kuliner lokal. Nikmati perjalanan di atas laut, jelajahi jalan-jalan yang menarik dan ruang pameran, serta cicipi hidangan laut segar sambil menemukan tempat-tempat di Yeosu yang paling sesuai dengan gaya perjalanan Anda. 🌊 Nikmati Pesona Pesisir Yeosu dari Dekat Yeosu Maritime Cable Car ⓒClipartKorea Odongdo Island ⓒKorean Tourism Content Lab / Hyangiram Hermitage ⓒClipartKorea Dengan 365 pulau, Yeosu selalu dekat dengan laut. Naik kereta gantung di atas laut, menyusuri jalur di pulau yang dinaungi rimbunnya hutan camellia, dan menikmati matahari terbit dari tebing sambil melihat beragam pesona garis pantai Yeosu. ■ Rekomendasi Tempat untuk Dikunjungi [ Kereta Gantung Maritim Yeosu ] Nikmati pemandangan panorama berbagai landmark terkenal Yeosu, termasuk Jembatan Dolsandaegyo, Jembatan Geobukseondaegyo, dan Pulau Odongdo, sambil melintas di atas laut. Perjalanan pulang-pergi memakan waktu sekitar 25 menit, sementara lantai kaca di Crystal Cabin menawarkan pemandangan laut langsung di bawah Anda. Datanglah pada siang hari untuk menikmati panorama pesisir yang luas, atau sekitar matahari terbenam untuk melihat Yeosu berubah menjadi pemandangan malam yang berkilauan. [ Pulau Odongdo ] Dengan sekitar 3.600 pohon camellia yang tumbuh alami, Odongdo memiliki hutan camellia terbesar di Korea. Jalur pejalan kaki yang indah membentang di sepanjang pesisir dan melewati hutan, sementara Mercusuar Odongdo menawarkan pemandangan luas ke laut dan pulau-pulau di sekitarnya. [ Pertapaan Hyangiram ] Dengan sekitar 3.600 pohon camellia yang tumbuh alami, Odongdo memiliki hutan camellia terbesar di Korea. Jalur pejalan kaki yang indah membentang di sepanjang pesisir dan melewati hutan, sementara Mercusuar Odongdo menawarkan pemandangan luas ke laut dan pulau-pulau di sekitarnya. 🎨 Jelajahi Seni dan Budaya Yeosu Goso-dong Mural Village ⓒKorea Tourism Content Lab – Kim Ji-ho Yeosu Art Land ⓒKorea Tourism Content Lab / Big-O Show ⓒKorea Tourism Content Lab Di Yeosu, laut bukan sekadar latar pemandangan, tetapi juga sumber inspirasi. Mulai dari mural warna-warni di gang-gang perbukitan, patung kontemporer yang menghadap laut, hingga pertunjukan air mancur yang dinamis di tepi laut, kota ini dipenuhi ruang kreatif tempat seni, budaya, dan laut berpadu. ■ Rekomendasi Tempat untuk Dikunjungi [ Desa Mural Goso-dong ] Dulunya merupakan kawasan permukiman di pusat kota bersejarah Yeosu, Goso-dong kini telah berubah menjadi desa budaya yang penuh warna. Gang-gang di lereng bukitnya menawarkan pemandangan luas ke Pelabuhan Yeosu dan dihiasi mural yang menggambarkan sejarah serta karakter bahari kota ini. [ Yeosu Art Land ] Kompleks budaya yang terkenal dengan Midas’ Hand Observatory, sebuah observatorium yang menjorok ke laut. Pengunjung dari berbagai usia dapat menikmati beragam atraksi, termasuk bianglala dengan pemandangan laut, taman patung, skywalk, dan gokart. [ Big-O Show ] Pertunjukan air mancur spektakuler dengan struktur berbentuk lingkaran besar yang berada di atas air. Salah satu atraksi malam ikonik Yeosu ini berlangsung sekitar 30 menit dan dimulai pukul 20.00, setiap Rabu hingga Minggu hingga 8 November. 🍽️ Cicipi Kuliner Khas Yeosu Romantic Cart Bars Yeosu Marinated Crab Set Menu ⓒKorea Tourism Content Lab / Yeosu Specialty Seafood Market ⓒKorea Tourism Content Lab Hidangan laut segar dari perairan Yeosu yang bersih serta aneka hidangan laut khas kota ini menjadi bagian penting dari pengalaman berkunjung ke Yeosu. Nikmati hidangan di warung tenda di tepi laut pada malam hari, cicipi kepiting yang dibumbui dengan cita rasa yang kaya, dan nikmati ikan mentah musiman di pasar ikan yang ramai untuk mencicipi kekayaan kuliner Yeosu. ✅TIP. World Gimbap & Salt Festival akan digelar di Yeosu Ocean Park, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mencicipi gimbap dan garam kering produksi lokal. (9–11 Oktober) ■ Rekomendasi Tempat untuk Dikunjungi [ Romantic Cart Bars ] Tempat populer di dekat Hamel Lighthouse untuk menikmati suasana laut malam Yeosu. Hidangan andalannya adalah Yeosu Samhap, perpaduan gurita segar, kimchi sawi hijau Dolsan, dan samgyeopsal yang dimasak bersama di atas panggangan. [ Bongsan Gejang Baekban Street ] Kawasan kuliner yang populer dengan hidangan set kepiting berbumbu dengan cita rasa gurih dan kaya. Selain kepiting berbumbu kecap dan kepiting berbumbu pedas, setiap hidangan dilengkapi berbagai lauk pendamping seperti irisan ikan lidah mentah dan kimchi sawi hijau, yang mencerminkan keramahan khas wilayah selatan Korea. [ Yeosu Specialty Seafood Market ] Pasar ikan yang ramai, tempat hasil laut segar dari perairan Yeosu datang setiap hari. Pengunjung dapat menikmati ikan mentah segar seperti ikan kakap hitam, ikan sebelah, dan ikan belut laut dengan harga terjangkau, sekaligus membeli berbagai produk khas lokal. | Rekomendasi Pulau untuk Dikunjungi di Yeosu Dengan pulau-pulau dari berbagai ukuran yang tersebar di sepanjang garis pantainya yang berliku, Yeosu menawarkan pemandangan dan pengalaman yang berbeda di setiap pulau. Selama 2026 World Island Exhibition Yeosu Korea, pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas di pulau seperti Geumodo dan Gaedo. Pemegang tiket pameran juga dapat menikmati potongan harga untuk tur dengan kapal pesiar. Mulai dari trekking dan berkemah hingga mencicipi kuliner lokal, setiap pulau punya cara tersendiri untuk menikmati Yeosu. 🏃 Pulau Geumodo: Destinasi Trekking Favorit di Sepanjang Tebing Pantai Geumodo Island / Geumodo Bireong-gil Trail ⓒKorea Tourism Content Lab-Kim Ji-ho Pulau Geumodo: Destinasi Trekking di Sepanjang Tebing Pantai Pulau Geumodo paling dikenal dengan Jalur Bireong-gil, yang namanya berasal dari kata dalam dialek Yeosu yang berarti “tebing”. Jalur ini mengikuti garis pantai dalam lima bagian yang saling terhubung, dengan total panjang 18,5 km dan waktu tempuh sekitar 8 jam 30 menit. Sepanjang perjalanan, para pendaki dapat menikmati pemandangan dramatis Kepulauan Dadohae dari ketinggian di atas garis pantai berbatu. Rute 3, yang memiliki Maebong Observatory dan jembatan gantung, menawarkan pemandangan yang sangat indah dan layak untuk dikunjungi. Selama pameran berlangsung, program berkemah dan tur cap juga tersedia di pulau ini. Alamat: Simjang-ri, Nam-myeon, Yeosu-si, Jeonnam-Gwangju Special Metropolitan City (전남광주통합특별시 여수시 남면 심장리) Cara Menuju lokasi: Pelabuhan Singi di Dolsan → Terminal Penumpang Yeocheon di Pulau Geumodo (sekitar 25 menit) / Terminal Penumpang Pesisir Yeosu → Terminal Penumpang Yeocheon di Pulau Geumodo (sekitar 60 menit) 🛥️ Pulau Geomundo: Rumah bagi Mercusuar Pertama di Pantai Selatan Korea Geomundo Island ⓒClipartKorea / Geomundo Lighthouse Terletak sekitar 110 km barat daya Pelabuhan Yeosu, Pulau Geomundo berada di antara Yeosu dan Jeju dan sejak lama menjadi persinggahan penting bagi kapal yang melintasi pesisir selatan Korea. Pulau ini merupakan lokasi Mercusuar Geomundo, yang pertama kali dinyalakan pada 1905 dan menjadi mercusuar pertama di pesisir selatan Korea. Dari sini, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan laut di sekitarnya. Geomundo menjadi titik keberangkatan untuk tur perahu wisata menuju Baekdo, gugusan pulau yang masih alami dengan vegetasi subtropis dan formasi batuan yang dramatis. Alamat: Geomun-ri, Samsan-myeon, Yeosu-si, Jeonnam-Gwangju Special Metropolitan City (전남광주통합특별시 여수시 삼산면 거문리) Cara menuju lokasi: Pelabuhan Penumpang Pesisir Yeosu → Pelabuhan Seodo di Pulau Geomundo (sekitar 120 menit) 🥛 Pulau Nangdo: Desa Nelayan dengan Makgeolli Lokal Geomundo Island ⓒClipartKorea / Geomundo Lighthouse Pulau Nangdo, pulau kecil yang berada di antara Yeosu dan Goheung, mudah diakses melalui jembatan. Ikuti jalur pesisir menuju Sinseondae dan Cheonseondae, tempat formasi batuan kolom dan tebing laut yang dramatis membentang di sepanjang pantai. Pulau ini juga dikenal dengan Makgeolli Jeotsaem, minuman beras tradisional yang dibuat selama lebih dari 100 tahun menggunakan mata air segar yang mengalir dari bebatuan di lereng gunung. Alamat: Hwajeong-myeon, Yeosu-si, Jeonnam-Gwangju Special Metropolitan City (전남광주통합특별시 여수시 화정면) Cara menuju lokasi: Pelabuhan Penumpang Pesisir Yeosu → Terminal Penumpang Pelabuhan Nangdo (sekitar 120 menit) / Dengan mobil (sekitar 60 menit) 🦖 Pulau Sado: Pulau Unik dengan Jejak Kaki Dinosaurus Sado Island / Dinosaur Footprint Fossils on Sado Island Pulau Sado dan kawasan di sekitarnya dikenal dengan fosil jejak kaki dinosaurus yang luar biasa. Sekitar 3.500 fosil telah ditemukan di beberapa pulau di sekitarnya, termasuk satu jalur jejak yang diakui sebagai jalur jejak dinosaurus terpanjang di dunia. Pulau ini juga menawarkan gambaran tentang masa lalu geologisnya melalui lapisan batuan sedimen serta jalur laut menarik yang muncul saat air laut surut dan menghubungkan Pulau Sado dengan pulau-pulau di sekitarnya. Destinasi ini sangat cocok bagi wisatawan yang tertarik pada sejarah alam dan geologi. Alamat: Hwajeong-myeon, Yeosu-si, Jeonnam-Gwangju Special Metropolitan City (전남광주통합특별시 여수시 화정면) Cara menuju lokasi: Terminal Penumpang Pesisir Yeosu → Terminal Feri Sado (sekitar 90 menit) / Terminal Penumpang Pelabuhan Nangdo → Terminal Feri Sado (sekitar 15 menit) FAQ Perjalanan Yeosu T. Apakah Yeosu mudah dijelajahi dengan transportasi umum? J. Ya. Area di sekitar Stasiun Yeosu Expo, serta beberapa atraksi seperti Pulau Odongdo, Kereta Gantung Laut Yeosu, dan Desa Mural Goso-dong, relatif mudah dijelajahi dengan transportasi umum atau berjalan kaki. Namun, jika kamu berencana mengunjungi Pertapaan Hyangiram atau beberapa pulau lainnya, menggunakan taksi atau menyewa mobil bisa menghemat waktu. T. Apakah saya bisa mengunjungi pulau-pulau di Yeosu dalam perjalanan sehari? J. Ya. Pulau-pulau yang dekat dengan daratan seperti Geumodo, Gaedo, dan Sado, serta Odongdo dan Nangdo yang dapat diakses melalui jalan darat, umumnya bisa dikunjungi dalam perjalanan sehari. Untuk pulau yang lebih jauh seperti Geomundo, yang berjarak lebih dari 50 km dari Pelabuhan Yeosu, sebaiknya menginap setidaknya satu malam agar dapat menyesuaikan dengan jadwal feri. T. Di mana tempat terbaik untuk menikmati Yeosu pada malam hari? J. Untuk menikmati pemandangan malam terbaik di Yeosu, kamu bisa menuju Kereta Gantung Laut Yeosu, Desa Mural Goso-dong, atau Romantic Cart Bars. Kamu juga bisa menyaksikan Big-O Show, pertunjukan air mancur malam hari di Expo Ocean Park. T. Apakah ada hal yang perlu saya ketahui sebelum mengunjungi pulau-pulau di Yeosu? J. Pastikan untuk memeriksa jadwal feri sebelum bepergian karena jadwal layanan dapat berubah. Perhatikan juga hal-hal berikut: - Layanan feri dapat mengalami keterlambatan atau dihentikan sementara karena kondisi cuaca atau laut, jadi periksa jadwal terbaru sebelum keberangkatan. - Jalur laut hanya dapat diakses pada waktu yang telah ditentukan. Perhatikan jam akses untuk membantu menjaga ekosistem setempat. - Fasilitas di beberapa pulau cukup terbatas, jadi disarankan membawa makanan ringan dan air minum kemasan. Artikel asli oleh Jung Won Park / Diterjemahkan oleh KTO Foto oleh Korea Tourism Organization, ClipartKorea *1330 Korea Travel Helpline: +82-2-1330 *1330 Text Chat: https://m.site.naver.com/1rEid *Kolom ini terakhir diperbarui pada Agustus 2026. Oleh karena itu, informasi yang tercantum dapat berbeda dengan kondisi terkini. Disarankan untuk mengecek informasi terbaru sebelum berkunjung.

Daftar Restoran Ramah Muslim di Korea

Kategori Restoran Ramah Muslim Korea Tourism Organization telah mengkategorikan Restoran yang Muslim-Friendly semenjak 2016 untuk membantu para turis muslim sehubungan dengan makanan. Ada 4 kategori restoran dalam Standar KTO yang masuk dalam kelompok Halal Restoran berikut: DAFTAR RESTORAN RAMAH MUSLIM No Kategori Sertifikasi Jenis Masakan Restoran Foto Alamat Kontak Menu Utama Fasilitas Atraksi Wisata Sekitar 1 Halal Certified Timur Tengah ASALAM (아살람) 7, Jungang-ro 2-gil, Jeju-si, Jeju-do (제주특별자치도 제주시 중앙로2길 7 ) 064-751-1225 Teh Arab, Nasi Mandi Kambing, Kambing Haneeth Parkir, Musholla Gwandeokjeong Pavillion, Yongduam, Samseonghyeol 2 Halal Certified Asia Asian Family Restaurant Dongmoon (아시안 패밀리 레스토랑 동문) 1, Namiseom-gil, Namsan-myeon, Chuncheon-si, Gangwon-do(강원 춘천시 남산면 남이섬길 1) 031-580-8099 Beef Jjajangmyeon, Nasi Bulgogi, Bibimbap Gurita, Nasi Goreng Kimchi Parkir, Musholla Nami Island, Jade Garden, Gapyeong Rail Park 3 Halal Certified Asia Dongmoon Express (동문 익스프레스 - 홍천 비발디파크) 2F, 262, Hanchigol-gil, Seo-myeon, Hongcheon-gu, Gangwon-do(강원 홍천군 서면 한치골길 262 2층) 031-581-8097 Kebab Nasi Goreng Udang dan Nasi Kotak Bulgogi Parkir, Musholla Vivaldi Park, Namnoil Riverside Amusement Park 4 Halal Certified Korea Eid(이드) 67, Usadan-ro 10-gil, Yongsan-gu, Seoul (서울 용산구 우사단로10길 67) 070-8889-8210 Sup Ayam Gunseng, Bulgogi Daging, Semur Ayam - National Museum of Korea, Itaewon Shopping Street 5 Halal Certified Turki Kervan-Famille Station Branch (케르반 파미에스테이션점) 2F, FP216, 205, Sapyeong-daero, Seocho-gu, Seoul(서울시 서초구 사평대로 205 2층 FP216) 02-6282-4767 Mix Kebab Shish, Mix Pide Parkir, Musholla Some Sevit, Gangnam Station Underground Shopping Center 6 Halal Certified Turki Kervan Bakery&Café (케르반베이커리&카페) 1F, 204, Itaewon-ro, Yongsan-gu, Seoul(서울시 용산구 이태원로 204 1층) 02-790-5585 Baklava, Turkish Cookies - Itaewon, War Memorial of Korea, Samsung Museum of Art Leeum 7 Halal Certified Turki Kervan Turkish (Itaewon Branch) (케르반레스토랑 이태원점) 190, Itaewon-ro, Yongsan-gu, Seoul(서울 용산구 이태원로 190) 02-790-5585 Chicken Shish Kebab, Lamb Shish Kebab, Mix Shish Kebab, Truffle Cheese Steak - National Museum of Korea, Itaewon Shopping Street 8 Halal Certified Turki Kervan Turkish Restaurant - COEX Mall Branch (케르반레스토랑 코엑스점) 513, Yeongdong-daero, Gangnam-gu, Seoul (서울 강남구 영동대로 513 ) 02-556-4767 Lokman Shish Kebab, Mixed Steak Kebab, Nurdagi Salad Parkir & Musholla di COEX Mall Bongeunsa Temple, COEX, Seonjeongneung Royal Tombs 9 Halal Certified Turki Mr.Kebab (미스터케밥) 192, Itaewon-ro, Yongsan-gu, Seoul(서울 용산구 이태원로 192) 070-7758-1997 Turkish Kebab Lamb, Pilaf Kebab - National Museum of Korea, Itaewon Shopping Street 10 Halal Certified Korea starcatering (스타케이터링 ) 28, Noksapyeong-daero 46-gil, Yongsan-gu, Seoul (서울 용산구 녹사평대로46길 28) 02-2115-2777 Nasi Bulgogi, Burger Ayam - Seonyudo Park, Yeouido National Assembly Building, water taxi at Dangsan Station, Saetgang 11 Halal Certified Turki Sultan Kebab (술탄케밥) 126, Bogwang-ro, Yongsan-gu, Seoul(서울 용산구 보광로 126) 02-749-3890 Cheese Pide, Pilaf Kebab, Turkish Kebab Mix, Cheese Pide - National Museum of Korea, Itaewon Shopping Street 12 Self Certified Timur Tengah Ahmed’s Asian Cuisine (아멛 아시안 퀴진 ) 639, Baekje-daero, Deokjin-gu, Jeonju-si, Jeollabuk-do (전북 전주시 덕진구 백제대로 639 (금암동 1589-1)) 063-902-0102 Curry in Naan Set Parkir Jeonju Hanok Village, Jeonju Zoo 13 Self Certified Turki Aladdin Kebab(알라딘케밥) 1F, 187, Neungheodae-ro, Yeonsu-gu, Incheon(인천광역시 연수구 능허대로 187, 1층) 032-832-6003 Assorted grill, Arabian Kebab, Chicken Curry Parkir Songdo Central Park, Incheon Metropolitan City Museum 14 Self Certified Timur Tengah CAIRO BBQ (카이로바베큐) 45, Usadan-ro 10-gil, Yongsan-gu, Seoul (서울시 용산구 우사단로10길 45) 070-4110-0087 Nasi Bebek, Koshary Mesir, Molokhia Daging - Itaewon Usadan-gil, Itaewon Shopping Street, War Memorial of Korea 15 Self Certified Turki Cappadocia (카파도키아) 123-9, Geumdan-ro, Geumjeong-gu, Busan (부산 금정구 금단로 123-9) 051-515-5981 Kebab Ayam, Kebab Shish Parkir, Musholla Beomeosa Temple 16 Self Certified Timur Tengah Dubai(두바이) 192, Itaewon-ro, Yongsan-gu, Seoul (서울특별시 용산구 이태원로 192) 02-798-9277 Dubai Mix Grilled, Nasi Ayam Mandi, Mazza Falafel - War Memorial of Korea, Itaewon Street 17 Self Certified India Foreign Restaurant(포렌 레스토랑) 42, Usadan-ro, Yongsan-gu, Seoul (서울 용산구 우사단로 42) 02-794-9292 Kare Sayur, Kare Ayam, Tandoori Ayam - National Museum of Korea, Itaewon Shopping Street 18 Self Certified Timur Tengah Hibiscuss (파티나라하이비스) 2F, 102, Tongil-ro, Jung-gu, Seoul(서울특별시 중구 통일로 102, 2층) 02-577-3434 Paket Ayam Biryani, Kabsa Lab Parkir Musical Fanta-Stick Seoul, Deoksugung, Seoul Museum of History 19 Self Certified Malaysia ITAEWON KITCHEN (이태원 키친) 2F, 34, Usadan-ro, Yongsan-gu, Seoul (서울시 용산구 우사단로 34 2층) 02-3785-2468 Nasi Goreng Ayam, Nasi Kambing, Kebab Kobideh - Itaewon Usadan-gil, Itaewon Street, War Memorial of Korea 20 Self Certified Malaysia KB RESTAURANT & HALAL FOOD (케이비레스토랑할랄푸드) 1B, 42, Jogang-ro, Tongjin-eup, Gimpo-si, Gyeonggi-do(경기 김포시 통진읍 조강로 42 지하1층) 031-981-3293 Naan, Kare Daging, Acar Sayuran Parkir Gimpo Sculpture Park, Gimpo Tea Etiquette Museum Deokpojin, Ganghwa Island

Perkembangan dan Kosakata Penting bagi Wisatawan Muslim di Korea

Panduan untuk wisatawan muslim dalam berwisata di Korea. Gunakan pictogram di halaman ini jika mengalami hambatan saat berkomunikasi dengan penduduk lokal di Korea. Temukan juga berbagai informasi mengenai perkembangan lingkungan ramah muslim di Korea berikut di bawah ini.

Tentang Visa Korea Bagi Turis Indonesia

Kunjungan warga negara Indonesia ke Korea Selatan mengalami peningkatan setiap tahun, seiring dengan Gelombang Hallyu (Korean Wave) yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2018, Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia telah menerbitkan 157.924 visa (meningkat 15% setiap tahun). Sehingga Kementerian Luar Negeri Republik Korea, Kementerian Hukum Republik Korea dan Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia membuka Korea Visa Application Center (KVAC) untuk mempermudah proses pengajuan visa bagi warga negara Indonesia yang ingin mengunjungi Korea Selatan. KVAC mulai beroperasi menerima pengajuan visa Korea sejak tanggal 2 Mei 2019 dan berlokasi di Lotte Mall Jakarta, lantai 5 . Informasi lebih lanjut mengenai pengajuan visa dapat dilihat di website KVAC www.visaforkorea-in.com, sedangkan infomasi lengkap terkait jenis-jenis visa serta dokumen persyaratan visa Korea dapat dilihat pada website sites.google.com/view/koreanembassy2/home. KVAC juga memberikan informasi terbaru mengenai pengajuan visa Korea melalui Instagram www.instagram.com/kvac_id serta membuka layanan pelanggan melalui aplikasi pesan WhatsApp di nomor +62 811-1214-001 . Kehadiran KVAC merupakan bagian dari usaha Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia (tahun 2019, yaitu Duta Besar H.E Kim Changbeom) untuk meningkatkan sistem visa sehingga warga negara Indonesia dapat mengunjungi Korea Selatan secara lebih efektif lagi. Melalui peningkatan sistem visa ini diharapkan akan terjadi pertukaran manusia dan budaya dengan Indonesia yang lebih aktif yang mana Indonesia adalah negara kunci kebijakan menuju New Southern Policy. Sedangkan untuk infomasi-informasi terbaru terkait kebijakan visa Korea dapat diakses melalui website Kedutaan Republik Korea untuk Indonesia berikut overseas.mofa.go.kr/id-id/brd/m_2710/list.do (bagian Pengumuman Konsulat).

Empat Musim di Korea

Iklim Korea tergolong ke dalam iklim benua jika dilihat dari temperatur dan angin yang bertiup dan curah hujan. Iklim Korea dibedakan menjadi empat jenis musim, yaitu: musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Selama kurun waktu musim gugur, iklim di Korea cukup hangat, cuaca pun cerah, langit berwarna biru, dengan dedaunan menakjubkan. Musim dingin sangat dingin dan kering, namun merupakan waktu tepat untuk berkunjung ke Korea bagi wisatawan yang tertarik dengan olahraga musim dingin, karena Korea memiliki banyak tempat untuk olahraga ski. Musim semi yang dimulai pada bulan April hingga Mei juga sangat indah dengan pohon bunga ceri ( cherry blossom ) bermekaran. Namun, musim ini tergolong musim padat pengunjung, sehingga turis perlu memesan terlebih dahulu untuk dapat memastikan akomodasi dan fasilitas wisata tersedia. Bulan-bulan musim panas sangatlah lembab, panas dan agak ramai, karena ketika musim hujan sudah tiba maka banyak kegiatan yang harus disesuaikan dengan fluktuasi hujan yang lebat. MUSIM SEMI Musim semi dimulai pada akhir bulan Maret hingga bulan Mei. Suhu sejuk dan cuaca cerah menjadikan musim semi sebagai musim paling ideal untuk berwisata. Pengunjung dapat menikmati deretan pohon bunga ceri ( cherry blossom ), hamparan bunga Forsythia , bunga Azaleas , bunga Magnolias , bunga Lilacs dan berbagai jenis bunga lainnya yang bermekaran pada puncak musim Semi. MUSIM PANAS Musim Panas dimulai pada bulan Juni hingga Agustus, dan puncak musim panas adalah bulan Agustus. Keringnya musim dingin dan musim semi seakan menghilang selama musim panas tiba karena suhu musim panas sangat tinggi dan lembab. Umumnya, antara akhir bulan Juni hingga pertengahan bulan Juli di Korea sudah masuk musim hujan, karena adanya pergantian musim. Selama musim hujan di Korea tidak ada terik panas, dan untuk beberapa minggu biasanya berawan disertai hujan lebat hingga tiga minggu. Frekuensi hujan disebut Jangma , dan angin topan secara langsung bisa mengakibatkan kerusakan pada tanaman. Pada musim panas, banyak terdapat buah-buahan di antaranya adalah buah Semangka, Melon, buah Persik, dan banyak sayuran. Selain itu, wilayah pegunungan tertutup oleh tanaman hijau. Untuk menghindari teriknya panas matahari, orang Korea biasanya pergi mendaki gunung, pergi ke pesisir pantai, atau ke daerah lembah untuk menikmati waktu liburan musim Panas. MUSIM GUGUR Musim Gugur di Korea dimulai pada bulan September hingga bulan November. Udara di musim gugur dingin dan kering, disertai langit biru dengan sedikit awan. Orang Korea menyebut musim gugur dengan sebutan Cheon-go-mabi . Panasnya musim panas sepertinya masih bersisa di bulan September. Udaranya panas pada waktu siang, tetapi udara di pagi hari dan sore dingin. Pada bulan Oktober, terdapat sedikit curah hujan dan tingkat kelembaban di udara pun menurun, sehingga cuacanya sedikit kering. Di akhir musim panas hingga awal musim gugur, angin topan muncul dari arah Pasifik Selatan. Musim gugur merupakan musim indah dengan dedaunan berjatuhan. Dedaunan pohon Maidenhair dan pohon Maple berubah warna menjadi kuning keemasan dan merah di seluruh Korea. Selama musim gugur, masyarakat Korea senang pergi mendaki gunung untuk menikmati pemandangan indah dari dedaunan musim gugur. Warna gradasi pepohonan dan dedaunan yang berjatuhan di musim gugur mengundang banyak pengunjung baik domestik dan internasional. Musim gugur juga dikenal sebagai musim panen melimpah, di antaranya panen padi, ubi, buah apel, buah persik, dan buah Jujube. Istilah Cheongomabi berarti “langit tinggi dan kuda gemuk’, menggambarkan musim gugur. Pada musim ini, langit sangat biru, jernih dan bersih, sehingga sangat bagus untuk pergi tamasya, ditambah dengan musim panen berlimpah membuat pilihan kuliner beragam. MUSIM DINGIN Musim Dingin di Korea dimulai antara bulan Desember hingga Februari, dengan suhu terdingin pada sekitar bulan Januari mencapai minus 5 hingga 10 derajat Celcius. Di musim dingin, hari-hari menjadi lebih pendek, sinar matahari muncul lambat dan matahari tenggelam lebih awal. Biasanya terdapat siklus tiga hari dingin yang diikuti dengan empat hari hangat, disebut dengan istilah Samhansaon . Daerah pegunungan di provinsi Gangwon-do turun hujan salju sejak awal musim dingin, dengan suhu dingin dan kering karena angin berhembus dari Siberia. Antara bulan Desember hingga bulan Februari terdapat liburan hari-hari besar, yaitu: hari Natal, Tahun Baru Masehi, dan Tahun Baru Lunar. Sementara antara bulan Februari hingga awal bulan Maret adalah masa untuk wisuda dan awal masuk sekolah. Untuk daerah pedesaan, selama musim dingin lahan pertanian istirahat sejenak sampai tiba masa bercocok tanam di musim semi, selain itu beberapa jenis sayuran tumbuh dan dikembangkan di dalam rumah kaca. Antara bulan November hingga Desember biasanya dilakukan persiapan pembuatan Kimchi dengan skala besar yang bisa dikonsumsi sepanjang musim dingin. Proses persiapan Kimchi dengan skala besar ini disebut Gimjang .

Media Sosial

Tautan Penting